Mengenal sejarah Candi Muaro Jambi, kompleks percandian terluas di Indonesia yang diduga menjadi pusat pembelajaran Buddha pada masa Kerajaan Melayu dan Sriwijaya.
Candi Muaro Jambi: Jejak Pusat Pembelajaran Buddha Terbesar di Asia Tenggara
Indonesia memiliki banyak kompleks candi yang menjadi bukti kejayaan peradaban masa lalu. Ketika berbicara tentang candi, sebagian besar orang langsung teringat pada Borobudur di Jawa Tengah atau Prambanan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Padahal, di Pulau Sumatra terdapat sebuah kompleks percandian yang luasnya bahkan jauh melampaui kedua situs tersebut. Kompleks itu adalah Candi Muaro Jambi, sebuah kawasan bersejarah yang menyimpan jejak penting perkembangan agama Buddha, perdagangan internasional, dan pendidikan pada masa klasik Nusantara.
Terletak di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, situs ini membentang mengikuti aliran Sungai Batanghari dengan luas kawasan mencapai ribuan hektare. Di balik hijaunya pepohonan dan suasana pedesaan yang tenang, tersimpan peninggalan arkeologi yang telah berusia lebih dari seribu tahun. Candi Muaro Jambi bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Jambi, tetapi juga salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah tinggi di tingkat dunia.
Kompleks Percandian Terluas di Indonesia
Candi Muaro Jambi sering disebut sebagai kompleks percandian terluas di Indonesia. Kawasan intinya saja memiliki luas sekitar 12 kilometer persegi, sementara area yang diduga berkaitan dengan situs purbakala mencapai lebih dari 2.600 hektare. Luas tersebut menjadikan Muaro Jambi sebagai salah satu kompleks candi terbesar di Asia Tenggara.
Yang menarik, kompleks ini bukan hanya terdiri atas satu bangunan utama. Para arkeolog telah menemukan puluhan struktur bata kuno, kanal, kolam, tanggul, gundukan tanah, serta sisa-sisa permukiman yang menunjukkan bahwa kawasan ini dahulu merupakan pusat aktivitas masyarakat dalam skala besar.
Hingga saat ini, baru sebagian kecil area yang berhasil diekskavasi. Masih banyak bagian kawasan yang diperkirakan menyimpan peninggalan berharga dan menunggu penelitian lebih lanjut.
Sejarah Berdirinya Candi Muaro Jambi
Berdasarkan hasil penelitian arkeologi, kompleks Candi Muaro Jambi diperkirakan dibangun antara abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi. Masa tersebut bertepatan dengan berkembangnya Kerajaan Melayu yang kemudian memiliki hubungan erat dengan Sriwijaya.
Pada periode itu, wilayah Sumatra menjadi salah satu pusat perdagangan internasional. Sungai Batanghari berperan sebagai jalur transportasi utama yang menghubungkan pedalaman dengan pesisir timur Sumatra, sehingga memudahkan arus perdagangan sekaligus penyebaran agama Buddha.
Keberadaan kompleks percandian yang sangat luas menunjukkan bahwa kawasan ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat kehidupan yang memiliki fungsi keagamaan, pendidikan, hingga administrasi.
Diduga Menjadi Pusat Pembelajaran Buddha
Salah satu alasan Candi Muaro Jambi begitu terkenal di kalangan sejarawan adalah dugaan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat pembelajaran agama Buddha.
Sejumlah catatan kuno dari pendeta Tiongkok, termasuk I-Tsing, menyebut adanya pusat pendidikan Buddha yang berkembang pesat di wilayah Sumatra sebelum para biksu melanjutkan perjalanan ke India. Meskipun tidak secara eksplisit menyebut Muaro Jambi, banyak peneliti meyakini bahwa kompleks ini merupakan salah satu kandidat terkuat.
Temuan berbagai struktur bangunan, ruang terbuka, jalur penghubung antarcandi, dan lingkungan yang luas mendukung dugaan bahwa kawasan ini mampu menampung banyak biksu dan pelajar dari berbagai daerah.
Apabila teori tersebut benar, maka Candi Muaro Jambi dapat disejajarkan dengan pusat pendidikan besar dunia pada masanya, bahkan sebelum berdirinya banyak universitas modern.
Arsitektur yang Berbeda dari Candi di Jawa
Sekilas, bentuk bangunan di Muaro Jambi tampak berbeda dibandingkan candi-candi di Pulau Jawa.
Sebagian besar bangunan menggunakan bata merah sebagai material utama, bukan batu andesit. Penggunaan bata menunjukkan kemampuan teknologi konstruksi yang sangat maju pada masa itu. Bata-bata disusun dengan presisi tinggi sehingga mampu bertahan selama berabad-abad meskipun terkena hujan, panas, dan perubahan cuaca.
Beberapa candi yang telah dipugar antara lain Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Kedaton, Candi Kembar Batu, dan Candi Astano. Masing-masing memiliki karakteristik arsitektur yang berbeda, tetapi tetap menunjukkan pengaruh budaya Buddha yang kuat.
Selain bangunan candi, para peneliti juga menemukan sistem kanal kuno yang saling terhubung. Kanal-kanal ini diduga berfungsi sebagai jalur transportasi air, pengendali banjir, sekaligus bagian dari tata ruang kota kuno yang tertata dengan baik.
Temuan Arkeologi yang Berharga
Penggalian di kawasan Muaro Jambi menghasilkan berbagai artefak yang membantu para ahli memahami kehidupan masyarakat pada masa lalu.
Beberapa temuan penting meliputi:
- Arca Buddha dan Bodhisattwa.
- Prasasti dengan aksara kuno.
- Keramik dari Tiongkok yang menunjukkan hubungan perdagangan internasional.
- Manik-manik dan perhiasan.
- Pecahan tembikar serta peralatan rumah tangga.
- Sisa struktur bangunan yang diduga merupakan tempat tinggal para biksu.
Seluruh temuan tersebut memperlihatkan bahwa kawasan Muaro Jambi pernah menjadi pusat aktivitas yang ramai, tidak hanya dalam bidang keagamaan tetapi juga perdagangan dan kebudayaan.
Bukti Kemajuan Tata Kota Masa Lalu
Salah satu hal yang membuat para arkeolog kagum adalah tata ruang kompleks ini. Berbeda dengan anggapan bahwa kota kuno berkembang secara alami tanpa perencanaan, Muaro Jambi justru menunjukkan adanya sistem penataan yang cukup teratur.
Jaringan kanal yang menghubungkan berbagai bangunan menunjukkan bahwa masyarakat saat itu telah memahami pentingnya transportasi dan pengelolaan air. Sungai Batanghari dimanfaatkan sebagai jalur utama, sementara kanal-kanal buatan memudahkan mobilitas di dalam kawasan.
Selain itu, keberadaan tanggul dan kolam mengindikasikan adanya sistem pengendalian banjir yang dirancang untuk menjaga kawasan tetap aman dari luapan sungai. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat yang membangun Muaro Jambi memiliki pengetahuan teknik sipil yang maju untuk ukuran zamannya.